Balai Guru Penggerak Provinsi Aceh Melaksanakan Lokakarya Perencanaan Pembelajaran 1 Program Sekolah Penggerak Angkatan 2

Aceh Besar – Balai Guru Penggerak (BGP) Provinsi Aceh melalui Kelompok Kerja Transformasi Sekolah melaksanakan acara pembukaan Lokakarya Kurikulum: Perencanaan Pembelajaran 1 Program Sekolah Penggerak (PSP) Angkatan 2 pada hari Kamis (29/09/2022). Kegiatan pendampingan tersebut dilaksanakan sampai hari Jumat, 30 September 2022.

Kegiatan lokakarya bertujuan sebagai wadah diskusi bagi Kepala Sekolah dan Guru dengan Fasilitator Sekolah Penggerak dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka pada satuan pendidikan.

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring tersebut diikuti oleh peserta dari Fasilitator, Kepala Sekolah, dan Guru dari Komite Pembelajaran Program Sekolah Penggerak (PSP) Angkatan 2 dari 11 Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh dengan jumlah keseluruhan 141 sekolah.

Hadir pada kegiatan tersebut Kepala Subbagian Umum BGP Provinsi Aceh, Saifullah, S.Pd., M.Pd. sekaligus membuka kegiatan secara resmi, Ketua Pokja Transformasi Sekolah BGP Provinsi Aceh, Mona Asriati beserta anggota pokja dan Koordinator Fasilitator Sekolah Penggerak (KFSP), serta Sri Syahfitri Handayani, M.Pd. sebagai Moderator.

Pada pembukaan, Kepala Subbagian Umum BGP Provinsi Aceh menyampaikan pentingnya perencanaan pembelajaran terhadap hasil pembelajaran di sekolah.

“Tanpa perencanaan pembelajaran yang baik, hasil yang didapat tidak berhasil dengan apa yang kita harapkan,” sebutnya.

Beliau juga menyampaikan dalam dunia pendidikan, teknologi digital kini sudah menjadi tuntutan untuk dipahami demi menyesuaikan konteks pembelajaran dengan perubahan zaman.

“Kalau dulu kita tidak diharuskan untuk memahami platform-platform digital, Hari ini Bapak/Ibu di depan mata kita hal itu (teknologi digital) sudah menjadi kewajiban,” sebutnya.

Kemudian beliau menambahkan harapannya kepada seluruh peserta yang berhadir agar dapat meneruskan upaya dan kerjasama dalam mewujudkan tujuan Program Sekolah Penggerak yaitu menciptakan Profil Pelajar Pancasila.

“Kita menjadi teladan dengan transformasi sistem pendidikan untuk mewujudkan profil pelajar pancasila yang kita sama-sama sudah memahami, hal yang perlu didiskusikan dapat dibahas pada kegiatan ini,” tambahnya.

Kegiatan dilanjutkan oleh Ketua Pokja Transformasi Sekolah BGP Provinsi Aceh menyampaikan teknis pelaksanaan pendampingan untuk pelaksana Program Sekolah Penggerak angkatan 2 tahun pertama.

Beliau menyampaikan berbagai perubahan model pendampingan Fasilitator kepada sekolah penggerak. Perubahan tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas berdasarkan hasil evaluasi dari pelaksanaan Program Sekolah Penggerak pada angkatan sebelumnya.

Setelah sesi pembukaan, peserta dari unsur Kepala Sekolah dan Guru dari Komite Pembelajaran melanjutkan kegiatan dengan mengikuti sesi pendampingan lokakarya dengan Fasilitator Sekolah Penggerak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *